proposal warnet & cafe

07.40 Edit This 0 Comments »
BAB I
 PENDAHULUAN
 1. Latar Belakang

  Dengan semakin dekatnya era globalisasi/perdagangan bebas, dimana jarak tidak merupakan hambatan, komunikasi akan bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, maka perlu suatu alat yang dapat mendukung kearah itu, salah satunya dengan internet.  Internet merupakan sarana untuk dapat mengembangkan komunikasi dan transaksi dengan dunia luar, baik dengan dunia bisnis maupun mitra kerja. Disamping itu internet juga merupakan salah satu sarana praktek untuk memperkenalkan publik dengan dunia teknologi maju dan sebagai media untuk pengajaran. Internet bukan hanya membuka wawasan regional tetapi sudah go internasional dengan pulsa lokal, biarpun berkomunikasi dengan luar negeri. Disamping sebagai alat media bisa juga, surat menyurat (email), berbicara dengan orang lain (teleconference), dan saling tukar pikiran (chatting), maka sekarang ini sudah harus ada fasilitas tersebut yang biasa disebut dengan warnet. 
 
2. Maksud dan Tujuan
 Tujuan proposal ini adalah dapat memberikan gambaran umum dari usaha untuk membuka warnet cafĂ© 24 Jam. Yaitu sebuah warnet yang bergabung dengan cafe, sehingga memberikan kenyamanan yang lebih dari sebuah warnet. Target dari warnet-cafe ini adalah untuk semua kalangan masyarakat yang membutuhkan fasilitas internet.        



BAB II
ISI 
1.  Jasa yang Disediakan Warnet-Cafe
a)Internet
b)Print/Cetak dokumen/Gambar
c)Rental komputer
d)Copy data ke CD
e)Scan gambar menjadi file
f)Penjualan makanan dan minuman (cafe)
g)Aksesoris komputer (Flashdisk, CD-R/CD-RW, headset, webcam, mouse)
h)Fasilitas tempat parkir, toilet, mic, headset, webcam
i)Keamanan untuk parkir
j)VIP Room 
k)Smoking Room
 
2.  Faktor Pendukung Pada Warnet-Cafe
a)Lokasi yang strategis di dekat universitas Binus karena cocok dengan kawasannya yang sangat terpengaruh bidang IT dan juga daerah kost-kostan mahasiswa yang mempunyai banyak keperluan dengan komputer/internet. Diketahui pula jumlah penduduk rata-rata 150 penduduk/100 meter
b)Fasilitas yang dimiliki lengkap
c)Bandwidth (jalur internet keluar dan dalam negeri) yang cepat dan lancar.  
 
3.  Langkah-langkah Kerja 
a)Mengajukan proposal untuk dana pembuatan warnet
b)Setelah disetujui dana telah tersedia dikeluarkan untuk :
*Sewa gedung
*Dekorasi dan Renovasi ruangan untuk warnet-cafe
*Pembelian kursi, meja dan sofa warnet-cafe
*Pembelian perangkat komputer
*Pembelian peralatan yang diperlukan untuk cafe (alat masak)
*Pembelian peralatan yang diperlukan untuk jaringan, internet
*Install komputer dan uji coba
*Install Billing dan laporan warnet
*Mengadakan Soft Opening saat awal pembukaan dengan berbagai macam bentuk promosi
*Promosi dengan menyebarkan selebaran, mulut-ke-mulut, via internet, forum
*Mengadakan Event pada hari-hari besar
*Mengadakan ‘Special Price’ pada makanan/minuman pada hari-hari tertentu dan jam tertentu
*Membuat ID card yg dapat berubah menjadi VIP card yang dapat berguna untuk internet di ruangan VIP dengan fasilitas yang lebih bagus dan nyaman sehingga para pengguna terus kembali berdatangan
c)Mengendalikan situasi keadaan WarnetCafe yang ramai agar terus tetap ramai.
d)Menyewa Akuntan untuk mengelola keuangan dengan baik
e)Menjaga kenyamanan WarnetCafe agar para pengguna nyaman dan datang kembali
 f)Menjaga kebersihan WarnetCafe agar para pengguna merasa nyaman dan datang kembali
g)Menjaga keamanan WarnetCafe agar para pengguna merasa aman
h)Memeriksa seluruh keadaan komponen komputer tiap kurun waktu tertentu
i)Setiap hari operator membukukan dan melaporkan ke manager warnet pemasukan dan pengeluaran Setiap minggu diadakan pengecekan dan pembelian disket,kertas dan lain lain
j)Setiap bulan manager membuat laporan bulanan pendapatan warnet kepada pemilik warnet Manager bertanggung jawab penuh akan kegiatan yang dilakukan dan melaporkan kepada pemilik warnet
 
BAB III
Rencana Anggaran 
No. 
Uraian
Kuantitas
Harga Satuan
Jumlah
1
Perangkat Keras




a.       Komputer
41 Unit
Rp.    6.300.000
Rp.    258.300.000

b.      UPS 600 VA
1 Unit
Rp.    550.000
Rp.    550.000

c.       Printer Warna
1 Unit   
Rp.    900.000
Rp.    900.000

d.      Printer Billing
1 Unit
Rp.    800.000
Rp.    800.000

e.      HUB Jaringan
1 Unit
Rp.    500.000
Rp.    500.000

f.        Kabel Jaringan
1 Unit
Rp.    300.000
Rp.    300.000

g.       RJ45
1 Unit
Rp.    100.000
Rp.    100.000

h.      Antena Warnet                
1 Unit
Rp.    4.000.000
Rp.    4.000.000
2
Peralatan Warnet




a.       AC Split 1 PK
8 Unit
Rp. 2.000.000    
Rp. 16.000.000

b.      Kamera Sekuriti
4 Unit
Rp. 300.000
Rp.    1.200.000

c.       Meja Warnet    
41 Buah
Rp.200.000
Rp.    8.200.000

d.      Kursi Warnet
50 Buah
Rp. 150.000
Rp.    7.500.000

e.      Sofa Warnet      
2 Buah
Rp.  500.000
Rp.    1.000.000

f.        OS Windows XP
10 Unit
Rp. 1.300.000
Rp. 13.000.000

g.       Sound System  
4 Unit
Rp. 1.250.000
Rp.    5.000.000
3
Peralatan Cafe




a.       Meja Segitiga    
5 Buah 
Rp. 200.000
Rp. 1.000.000

b.      Kursi CafĂ©
15 Buah
Rp. 100.000
Rp. 1.500.000

c.       Kompor
2 Unit   
Rp. 250.000
Rp.     500.000

d.      Peralatan makan (sendok,garpu,pisau,  sumpit,piring,mangkok)
1 Set
Rp. 1.000.000    
Rp. 1.000.000

e.      Peralatan masak (panci,penggorengan, spatula, teko, saringan)
1 Set
Rp. 1.000.000
Rp. 1.000.000
4
Gedung Warnet




a.       Sewa gedung bertingkat 2 luas ±200m²
2 Tahun Pertama
Rp. 35.000.000
Rp. 70.000.000

b.      Sekat Warnet   
20 Unit
Rp. 50.000
Rp.   1.000.000

c.       Pintu, dan kaca warnet
1 Set
Rp. 1.000.000
Rp.   1.000.000

d.      Biaya tak terduga

Rp. 5.000.000
Rp.   5.000.000
jumlah
Rp. 399.350.000
 
Perkiraan Pendapatan dan Biaya(cash flow) Warnet-Cafe
A.Beban Biaya Bulanan
1.Biaya Tetap
Perhitungan
Jumlah
a.Biaya Listrik
Rp. 2.000.000
Rp. 2.000.000
b.Biaya Provider Internet
Rp. 2.000.000
Rp. 2.000.000
c.Gaji Operator
2 x Rp. 500.000
Rp. 1.000.000
d.Gaji Cleaning Service
2 x Rp. 300.000
Rp.     600.000
e.Gaji Keamanan
2 x Rp. 300.000
Rp.     600.000
f.Gaji Koki
2 x Rp. 500.000
Rp. 1.000.000
g.Biaya Maintenance
Rp. 500.000
Rp.     500.000
h.Pembelian Bahan Makanan
(Indomie, Telor, Sayuran,
Bumbu-bumbu)
Rp. 300.000

Rp.    300.000

i.Pembelian Bahan Minuman
(Kopi, teh, gula, susu)
Rp. 150.000

Rp.    150.000

Jumlah
Rp. 8.150.000
 
B.Pendapatan

Perhitungan
Jumlah
1.Jasa Akses Internet
40 Unit x 20 Jam x Rp.4000/Jam
Rp. 32.000.000
2.Jasa Scan Gambar
Rp. 1.500/Scan
Rp. ................
3.Jasa Print Out
Rp. 1.000/lembar Hitam/Putih
Rp. ................

Rp. 1.500/lebar Warna
Rp. ................
4.Penghasilan Cafe

Rp. ................
Jumlah
Rp. 32.000.000
 
C.Perolehan Laba Usaha

jumlah
1.Pendapatan/Bulan
Rp. 32.000.000
2.Biaya/Bulan
Rp.   8.150.000
Laba Bersih
Rp. 23.850.000
 
Dari Laba bersih Rp 23.850.000 per bulan,  jika dalam 1 tahun = 12 x Rp 23.850.000 =Rp. 286.200.000 maka dalam jangka waktu kurang dari 2 tahun(belum termasuk penghasilan Cafe) sudah dapat kembali modal dan sisanya bisa untuk sewa gedung di tahun berikutnya.
 

BAB IV
PENUTUP
      Demikianlah data-data ini kami buat sebagai suatu acuan dalam pembuatan dan pengelolaan warnet-cafe dan juga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi pemilik modal dan pihak yang ingin bekerjasama untuk menanamkan modal sebagai bimbingan teknis dalam pengelolaan warnet-cafe nantinya.   Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan Berkat dan Rahmatnya bagi kita semua, sebelum dan sesudahnya kami ucapkan terima kasih banyak.   
 

AUGMENTED REALITY

06.03 Edit This 0 Comments »
Augmented Reality

Ronald T. Azuma (1997) mendefinisikan augmented reality sebagai penggabungan benda-benda nyata dan maya di lingkungan nyata, berjalan secara interaktif dalam waktu nyata, dan terdapat integrasi antarbenda dalam tiga dimensi, yaitu benda maya terintegrasi dalam dunia nyata.Penggabungan benda nyata dan maya dimungkinkan dengan teknologi tampilan yang sesuai, interaktivitas dimungkinkan melalui perangkat-perangkat input tertentu dan integrasi yang baik memerlukan penjejakan yang efektif.

Selain menambahkan benda maya dalam lingkungan nyata, realitas tertambah juga berpotensi menghilangkan benda-benda yang sudah ada. Menambah sebuah lapisan gambar maya dimungkinkan untuk menghilangkan atau menyembunyikan lingkungan nyata dari pandangan pengguna. Misalnya, untuk menyembunyikan sebuah meja dalam lingkungan nyata, perlu digambarkan lapisan representasi tembok dan lantai kosong yang diletakkan di atas gambar meja nyata, sehingga menutupi meja nyata dari pandangan pengguna.

PERANGKAT :
Head Mounted Display
Terdapat dua tipe utama perangkat Head-Mounted Display (HMD) yang digunakan dalam aplikasi realitas tertambah, yaitu opaque HMD dan see-through HMD. Keduanya digunakan untuk berbagai jenis pekerjaan dan memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing.

Opaque Head-Mounted Display
Ketika digunakan di atas satu mata, pengguna harus mengintegrasikan padangan dunia nyata yang diamati melalui mata yang tidak tertutup dengan pencitraan grafis yang diproyeksikan kepada mata yang satunya. Namun, ketika digunakan menutupi kedua mata, pengguna mempersepsikan dunia nyata melalui rekaman yang ditangkap oleh kamera. Sebuah komputer kemudian menggabungkan rekaman atas dunia nyata tersebut dengan pencitraan grafis untuk menciptakan realitas tertambah yang didasarkan pada rekaman

See-Through Head-Mounted Display
Tidak seperti penggunaan opaque HMD, see-through HMD menyerap cahaya dari lingkungan luar, sehingga memungkinkan pengguna untuk secara langsung mengamati dunia nyata dengan mata. Selain itu, sebuah sistem cermin yang diletakaan di depan mana pengguna memantulkan cahaya dari pencitraan grafis yang dihasilkan komputer. Pencitraan yang dihasilkan merupakan gabungan optis dari pandangan atas dunia nyata dengan pencitraan grafis.

Virtual Retinal Display
Virtual retinal displays (VRD), atau disebut juga dengan retinal scanning display (RSD), memproyeksikan cahaya langsung kepada retina mata pengguna. Tergantung pada intensitas cahaya yang dikeluarkan, VRD dapat menampilkan proyeksi gambar yang penuh dan juga tembus pandang, sehingga pengguna dapat menggabungkan realitas nyata dengan gambar yang diproyeksikan melalui sistem penglihatannya. VRD dapat menampilkan jarak pandang yang lebih luas daripada HMD dengan gambar beresolusi tinggi. Keuntungan lain VRD adalah konstruksinya yang kecil dan ringan. Namun, VRD yang ada kini masih merupakan prototipe yang masih terdapat dalam tahap perkembangan, sehingga masih belum dapat menggantikan HMD yang masih dominan digunakan dalam bidang realitas tertambah.

Tampilan Berbasis Layar
Apabila gambar rekaman digunakan untuk menangkap keadaan dunia nyata, keadaan realitas tertambah dapat diamati menggunakan opaque HMD atau sistem berbasis layar. Sistem berbasis layar dapat memproyeksikan gambar kepada pengguna menggunakan tabung sinar katode atau dengan layar proyeksi. Dengan keduanya, gambar stereoskopis dapat dihasilkan dengan mengamati pandangan mata kiri dan kanan secara bergiliran melalui sistem yang menutup pandang mata kiri selagi gambar mata kanan ditampilkan, dan sebaliknya.

Tampilan berbasis layar ini juga telah diaplikasikan kepada perangkat genggam. Pada perangkat-perangkat genggam ini terdapat tampilan layar LCD dan kamera. Perangkat genggam ini berfungsi seperti jendela atau kaca pembesar yang menambahkan benda-benda maya pada tampilan lingkungan nyata yang ditangkap kamera.

PENGGUNAAN 
Kesehatan
Bidang ini merupakan salah satu bidang yang paling penting bagi sistem realitas tertambah.Contoh penggunaannya adalah pada pemeriksaan sebelum operasi, seperti CT Scan atau MRI, yang memberikan gambaran kepada ahli bedah mengenai anatomi internal pasien. Dari gambar-gambar ini kemudian pembedahan direncanakan. Realitas tertambah dapat diaplikasikan sehingga tim bedah dapat melihat data CT Scan atau MRI pada pasien saat pembedahan berlangsung. Penggunaan lain adalah untuk pencitraan ultrasonik, di mana teknisi ultrasonik dapat mengamati pencitraan fetus yang terletak di abdomen wanita yang hamil.

Manufaktur dan reparasi
Bidang lain di mana realitas tertambah dapat diaplikasikan adalah pemasangan, pemeliharaan, dan reparasi mesin-mesin berstruktur kompleks, seperti mesin mobil. Instruksi-instruksi yang dibutuhkan dapat dimengerti dengan lebih mudah dengan realitas tertambah, yaitu dengan menampilkan gambar-gambar tiga dimensi di atas peralatan yang nyata. Gambar-gambar ini menampilkan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyelesaikannya dan cara melakukannya. Selain itu, gambar-gambar tiga dimensi ini juga dapat dianimasikan sehingga instruksi yang diberikan menjadi semakin jelas.

Beberapa peneliti dan perusahaan telah membuat beberapa prototipe di bidang ini. Perusahaan pesawat terbang Boeing tengah mengembangkan teknologi realitas tertambah untuk membantu teknisi dalam membuat kerangka kawat yang membentuk sebagian dari sistem elektronik pesawat terbang. Kini, untuk membantu pembuatannya teknisi masih menggunakan papan-papan besar yang perlu disimpan di beberapa gudang penyimpanan yang terpisah. Menyimpan instruksi-instruksi pembuatan kerangka kawat ini dalam bentuk elektronik dapat menghemat tempat dan biaya secara signifikan.

Hiburan
Bentuk sederhana dari realitas tertambah telah dipergunakan dalam bidang hiburan dan berita untuk waktu yang cukup lama.Contohnya adalah pada acara laporan cuaca dalam siaran televisi di mana wartawan ditampilkan berdiri di depan peta cuaca yang berubah. Dalam studio, wartawan tersebut sebenarnya berdiri di depan layar biru atau hijau. Pencitraan yang asli digabungkan dengan peta buatan komputer menggunakan teknik yang bernama chroma-keying.

Princeton Electronic Billboard telah mengembangkan sistem realitas tertambah yang memungkinkan lembaga penyiaran untuk memasukkan iklan ke dalam area tertentu gambar siaran. Contohnya, ketika menyiarkan sebuah pertandingan sepak bola, sistem ini dapat menempatkan sebuah iklan sehingga terlihat pada tembok luar stadium.

Pelatihan Militer
Kalangan militer telah bertahun-tahun menggunakan tampilan dalam kokpit yang menampilkan informasi kepada pilot pada kaca pelindung kokpit atau kaca depan helm penerbangan mereka. Ini merupakan sebuah bentuk tampilan realitas tertambah. SIMNET, sebuah sistem permainan simulasi perang, juga menggunakan teknologi realitas tertambah. Dengan melengkapi anggota militer dengan tampilan kaca depan helm, aktivitas unit lain yang berpartisipasi dapat ditampilkan.

Contohnya, seorang tentara yang menggunakan perlengkapan tersebut dapat melihat helikopter yang datang. Dalam peperangan, tampilan medan perang yang nyata dapat digabungkan dengan informasi catatan dan sorotan untuk memperlihatkan unit musuh yang tidak terlihat tanpa perlengkapan ini.

Navigasi Telepon Genggam
Realitas Tertambah pada aplikasi Android buatan lokal

Dalam kurun waktu 1 tahun terakhir ini, telah banyak integrasi Realitas Tertambah yang dimanfaatkan pada telepon genggam. Saat ini ada 3 Sistem Operasi telepon genggam besar yang secara langsung memberikan dukungan terhadap teknologi Realitas Tertambah melalui antarmuka pemrograman aplikasinya masing-masing. Untuk dapat menggunakan kamera sebagai sumber aliran data visual, maka Sistem Operasi tersebut mesti mendukung penggunaan kamera dalam modus pratayang.

Realitas Tertambah adalah sebuah presentasi dasar dari aplikasi-aplikasi navigasi. Dengan menggunakan GPS maka aplikasi pada telepon genggam dapat mengetahui keberadaan penggunanya pada setiap waktu.

Berbagai macam aplikasi telah menggunakan teknologi Realitas Tertambah dikawinkan dengan lokasi sebagai presentasi untuk menampilkan titik-titik di sekitar dengan radius tertentu. Hal ini memungkinkan pengembang aplikasi untuk membuat fitur pemberian arah (dalam bahasa inggrisnya disebut turn-by-turn) lalu menampilkan dan atau menyuarakan kepada penggunanya untuk membelokkan arah.

Khusus untuk Sistem Operasi iPhone dan Android, ada 2 pemain besar (Layar dan Wikitude) di dunia Realitas Tertambah yang telah membuka antarmuka pemrograman aplikasi mereka untuk dapat dipergunakan secara gratis dengan syarat dan prasyarat tertentu.

tautan: http://id.wikipedia.org/wiki/Realitas_tertambah

Disk Forensik Bag.2

07.59 Edit This 0 Comments »

File System


File System adalah metode untuk menyimpan dan mengatur file-file dan data yang tersimpan di dalamnya untuk membuatnya mudah ditemukan dan diakses. File System dapat menggunakan media penyimpan data seperti HardDisk atau CD Rom. File System juga dapat melibatkan perawatan lokasi fisik file, juga memberikan akses ke data pada file server dengan berlaku sebagai klien untuk protokol jaringan (mis. NFS atau SMB klien), atau dapat juga berlaku sebagai file system virtual dan hanya ada sebagai metode akses untuk data virtual.

Lebih umum lagi, file system merupakan database khusus untuk penyimpanan, pengelolaan, manipulasi dan pengambilan data.

1. Aspek-aspek file system
Kebanyakan file System menggunakan media penyimpan mendasar yang menawarkan akses ke suatu array dengan blok ukuran tertentu yang dinamakan sector, umumnya dengan ukuran pangkat 2 (512 bytes atau 1,2, atau 4 KiB). Software File System bertugas menata sektor-sektor tersebut menjadi file dan direktori, serta mengatur sektor mana milik file mana dan sektor mana yang belum terpakai. Kebanyakan file system mengalamatkan data dalam unit dengan ukuran tertentu yang disebut cluster atau blok yang mengandung sejumlah disk sector (biasanya antara 1-64). Cluster atau blok ini adalah space disk terkecil yang dapat dialokasikan untuk menyimpan file.

Bagimanapun, file system bisa jadi tidak perlu menggunakan media penyimpan sama sekali. File System dapat dipakai untuk menata dan mewakili akses ke setiap data, apakah data itu disimpan atau dibuat secara dinamis.



1.1 Nama File
Tidak peduli apakah file System memiliki media penyimpan atau tidak, file system umumnya memiliki direktori yang menyesuaikan antara nama file dan file, biasanya dengan menghubungkan nama file dan suatu index dalam file.

1.2 Metadata
Informasi lain yang disimpan biasanya berhubungan dengan tiap file yang ada dalam file system. Panjang data yang dikandung dalam sebuah file dapat disimpan sebagai nomor blok yang disediakan untuk file atau sebagai hitungan byte. Waktu di mana file terakhir kali dimodifikasi dapat disimpan sebagai timestamp dari file. Beberapa file system juga menyimpan waktu pembuatan file, waktu terakhir kali diakses, dan waktu di mana meta data dari file diubah. Informasi lain termasuk juga tipe media file (blok, karakter, soket, subdirektori), User-ID pemilik dan Group-ID, serta setting access permission-nya (read only, executeble, dll).

Atribut sebarang dapat dilekatkan pada file system tingkat lanjut, seperti XFS, ext2/ext3, beberapa versi UFS dan HFS+ menggunakan atribut file diperluas. Fitur ini diterapkan pada kernel Linux, FreeBSD dan MacOS X, serta membolehkan metadata untuk dihubungkan dengan file pada level file system. Misalnya info tentang pembuat dokumen, pengkodean karakter dari dokumen plain-text, atau checksum.

1.3 File system hirarkis
File System hirarkis merupakan minat riset awal dari Dennis Ritchie. Implementasi sebelumnya terbatas pada beberapa level, terutama IBM, bahkan pada database awal mereka seperti IMS. Setelah suksesnya Unix, Ritchie memperluas konsep file system ini ke dalam setiap objek dalam pengembangan Sistem Operasi berikutnya yang dikembangkannya, seperti Plan 9 dan Inferno.

1.4 Fasilitas
File System tradisional menawarkan fasilitas untuk membuat, memindah dan menghapus file dan direktrori. File System tradisional masih kekurangan fasilitas untuk membuat link tambahan ke direktrori, merubah link parent, dan membuat link bidireksional ke file.

File system tradisional juga menawarkan fasilitas untuk memotong, menambah catatan, membuat, memindah, menghapus dan modifikasi file di tempat. Mereka tidak menawarkan fasilitas untuk menambah di awal atau untuk meghapus dari bagian awal file, membiarkan penyisipan tunggal sembarang ke file atau penghapusan dari file. Operasi yang disediakan sangat asimetris dan kekurangan manfaat dalam konteks yang tidak diharapkan. Misalnya, pipe interproses dalam Unix harus dilakukan di luar file system karena konspe pipe tidak menawarkan pemotongan dari awal file.

1.5 Keamanan akses
Akses aman ke dalam operasi file system dasar dapat didasarkan pada skema Access Control List atau Capability. Hasil riset menunjukkan bahwa ACL sulit mengamankan secara patut. File System komersial masih menggunakan Access Control List.


2. Tipe-tipe File System
Tipe-tipe File System dapat diklasifikaskan ke dalam disk file system, file system jaringan dan file system untuk tujuan khusus.

2.1 File system Disk
Sebuah file system disk adalah file system yang didesain untuk menyimpan data pada sebuah media penyimpan data, umumnya disk drive baik yang langsung atau tidak langsung terhubung ke komputer. Contoh File System Disk misalnya FAT (FAT 12, FAT 16, FAT 320), NTFS, HFS, HFS+, ext2, ext3, ISO 9660, ODS-5 dan UDF. Beberapa File System Disk ada yang termasuk file system journaling atau file system versioning.

2.2 File System Flash
Sebuah file system Flash adalah file system yang didesain untuk menyimpan data pada media flash memory. Hal ini menjadi lazim ketika jumlah perangkat mobile semakin banyak dan kapasitas memory flash yang semakin besar.
Block device layer dapat mensimulasikan sebuah disk drive agar file system disk dapat digunakan pada flash memory, tapi hal ini kurang optimal untuk beberapa alasan. Menghapus blok. Blok Flash memory harus dihapus sebelum dapat ditulis. Waktu yang dibutuhkan untuk menghapus sebuah blok bisa jadi signifikan, dan hal ini juga bermanfaat untuk menghapus blok yang tidak dipakai saat media dalam keadaan idle. Random Access. file system Disk ditingkatkan untuk mencegah pencarian disk, Flash memory tidak membebankan proses pencarian sama sekali . Level pemakaian: media memori flash cenderung mudah rusak ketika satu blok tunggal di-overwrite secara berulang; file system flash didesian untuk me-write secara merata

2.3 File System Database
Konsep baru untuk manajemen file adalah konsep file system berbasis database. Sebagai perbaikan bagi Manajemen terstruktur hirarkis, file diidentifikasi oleh karakteristiknya, seperti tipe file, topik, pembuat atau metadata yang sama.

2.4 File System Transaksional
Setiap operasi disk dapat melibatkan perubahan ke sejumlah file dan struktur disk yang berbeda. Dalam banyak kasus, perubahan ini berhubungan. Hali in iberarti bahwa operasi ini dieksekusi pada waktu yang sama. Ambil contoh ketika sebuah Bank mengirimkan uang ke Bank lain secara elektronik. Komputer Bank akan ‘mengirim’ perintah transfer ke Bank lain dan meng-update record-nya untuk menunjukkan bahwa telah terjadi transaksi. Jika untuk beberapa alasan terjadi crash antar komputer sebelum komputer berhasil mengupdate record-nya sendiri, maka tidak akan ada tidak akan ada record transfer tapi Bank akan kehilangan uangnya. Pemrosesan transaksi memperkenalkan jaminan bahwa pada tiap point ketika transaksi berlangsung, sebuah transaksi dapat disudahi secara tuntas atau diulang sepenuhnya. Hal ini berarti jika terjadi crash atau kegagalan power, setelah recovery, kondisi yang disimpan akan tetap. File System journaling adalah salah satu teknik yang digunakan untuk mengenalkan konsistensi level-transaksi ke dalam struktur file system.

2.5 File System Jaringan
File System Network adalah file system yang bertindak sebagai klien untuk protokol akses file jarak jauh, memberikan akses ke file pada sebuah server. Contoh dari File system network ini adalah klien protokol NFS, AFS, SMB, dan klien FTP dan WebDAV

2.6 File System untuk Tujuan khusus
File System untuk tujuan khusus adalah file system yang tidak termasuk disk file system atau file system Jaringan. Termasuk dalam kategori ini adalah sistem di mana file ditata secara dinamis oleh software, ditujukan untuk tujuan tertentu seperti untuk komunikasi antar proses komputer atau space file sementara.
File system untuk tujuan khusus sangat banyak dipakai oleh OS yang berpusat pada file seperti UNIX. Contoh file system ini adalah file system procfs (/proc) yang dipakai oleh beberapa varian Unix, yang memberikan akses ke informasi mengenai proses dan fitur-fitur dari OS

2.7 File System Journaling
File system journaling adalah file system yang mencatat perubahan ke dalam jurnal (biasanya berupa log sirkuolar dalam area tertentu) sebelum melakukan perubahan ke file system. File system seperti ini memiliki kemungkinan yang lebih kecil mengalami kerusakan saat terjadi power failure atau system crash.

Meng-update file system untuk menunjukkan perubahan ke file dan direktori biasanya membutuhkan banyak operasi write yang terpisah. Sebagai contoh, operasi delete dalam file system Sistem Unix melibatkan dua proses:

1. menghilangkan entri direktori

2. menandai inode dan space file sebagai space yang kosong Jika terjadi crash antara proses 1 dan 2, akan akan inode yang rusak. Di sisi lain, jika hanya proses 2 yang dijalankan pertama kali sebelum crash maka file yang belum dihapus Akan ditandai sebagai kosong dan mungkin akan ditumpuk dengan file lain.
Dalam file system non-journaling, mencari dan memperbaiki kerusakan ini akam membutuhkan penelusuran menyeluruh pada struktur datanya. Hal ini akan memakan waktu lama jika file system tersebut besar dan jika bandwidth I/O kecil.
File system journaling menjaga jurnal perubahan yang akan dibuat, setiap waktu. Ketika terjadi crash, pemulihan dapat dilakukan dengan simple dengan mengulang perubahan dari jurnal ini hingga file system kembali konsisten.

3. Beberapa File system yang pernah dikembangkan Berikut ini adalah beberapa file system yang terkenal yang pernah dikembangkan. File system-file system berikut terutama dikembangkan untuk Sistem Operasi Windows dan Unix atau Linux. Namun, ada juga file system yang dapat berjalan baik di Linux maupun di Windows.

3.1 FAT
FAT merupakan File System yang digunakan dalam Sistem Operasi Windows. Nama FAT berasal dari penggunaan tabel yang memusatkan informasi tentang area mana milik file yang kosong atau mungkin tidak dipakai, dan di mana setiap file yang disimpan dalam disk. Untuk membatasi ukuran tabel, space disk dialokasikan ke file dalam grup-grup sektor hardware yang bersebelahan, disebut cluster. Ketika disk drive berkembang, jumlah maksimum cluster pun meningkat dan begitu juga jumlah bit yang mengidentifikasikan bahwa cluster telah berkembang. Versi pengembangan dari format file system FAT dinamai sesuai dengan jumlah bit tabel elemennya, yaitu: FAT12, FAT16 dan FAT32.

3.2 NTFS
NTFS merupakan file system standar untuk Windows NT termasuk windows 200, XP, Server 2003, Windows Server 2008 dan Wondows Vista. NTFS menggantikan file system FAT sebagai file system yang dipakai untuk Sistem Operasi Windows. Versi rilis NTFS ada beberapa, sebagai berikut:
. v1.0 with NT 3.1, dirilis pertengahan-1993
. v1.1 with NT 3.5 dirilis 1994
. v1.2 (pertengahan -1995) and NT 4 (pertengahan -1996)
. v3.0 dari Windows 2000
. v3.1 dari Windows XP (2001), Windows Server 2003 (2003), Windows Vista
(pertengahan -2005) dan Windows Server 2008
Dalam NTFS, semua file data – nama file, tangal pembuatan, ijin akses dan isi – disimpan dalam metadata dalam Master File Table (MFT). NTFS mengijinkan setiap urutan 16-bit nilai utuk encoding nama (nama file, nama stream, nama index, dll) Master File table mengandung metadata tentang setiap file, direktori dan metafile dalam suatu volume dengan partisi NTFS. Metadata itu termasuk nama filem lokasim ukuran dan ijinnya. Strukturnya mendukung algoritma yang memperkecil disk fragmentation.

3.3 ext2
Ext2 atau second extended file system adalah file system untuk kernel Linux. Meskipun bukan termasuk file system journaling, tapi penerusnya yaitu ext3 menyediakan fitur journaling dan hampir sepenuhnya kompatibel dengan ext2. File system pertama yang dipakai dalam Sistem Operasi Linux adalah Minix FS yang hampir bebas sepenuhnya dari bug, namun menggunakan offset 16-bit dan ukuran maksimum hanya 64 MB. Nama file juga terbatas hanya 14 karakter. Untuk mengatasi hal ini, dibuatlah file system baru yang dimulai dengan penambahan layer file system virtual pada kernel Linux.

File system ext dirilis pada April 1992 sebagai file system pertama yang menggunakan VFS API dan dimasukkan dalam Linux 0.96c. File system ext menyelesaikan dua masalah Utama dalam Minix FS (ukuran partisi max dan panjang nama file), dan membolehkan partisi hingga 2GB dan nama file hingga 255 karakter. Namun masih ada masalah: belum ada dukungan untuk akses terpisah, modifikasi inode dan timestamp modifikasi data.

Ext2 didesain dengan tujuan bahwa file system ini akan dapat dikembangakan lagi, dengan sisa space yang masih banyak pada struktur datanya untuk dipakai dalam versi mendatang. Fitur seperti POSIX ACL dan atribut diperluas diimplementasikan pertama kali pada ext2 karena mudah diperluas dan internalnya sangat dimengerti.

Dalam Kernel Linux hingga 2.6, batasan dalam driver blok berarti bahwa file system ext2 memiliki ukuran file maksimum 2 TiB. Kernel Linux yang lebi baru membolehkan ukuran file yang lebih besar, namun sistem 32-bit hanya membatasi hingga ukuran file 2 TiB. Ext2 masih direkomendasikan sebagai file system journaling pada Flash Drive USB bootable dan media solid-state lainnya. Ext2 melakukan operasi write yang lebih sedikit dibading ext3 karena ext2 tidak perlu melakukan write ke journal. Faktor utama yang mempengaruhi usia flash Drive adalah siklus hapus, dan juga siklus write, hal inilah yang menyebabkan pemakaian ext2 membuat usia media flash drive lebih panjang.

Space dalam ext2 dibagi dalam blok-blok dan ditata dalam grup-grup blok, sama dnegan grup silinder dalam File System Unix. Hal ini dilakukan untuk mengurangi fragmentasi external dan mengurangi pencarian disk saat me-read data yang besar.

Tiap grup blok berisi superblok, bitmap grup blok, bitmap inode diikuti oleh data blok aktual. Superblok mengandung informasi penting yang krusial untuk proses booting Sistem Operasi, namun copy back up juga dibuat pada setiap grup blok dari tiap blok dalam file system. Hanya copy pertama yang ada pada blok pertama file system yang dipakai dalam proses booting. Deskriptor blok menyimpan nilai bitmap blok, bitmap inode dan table inode awal untuk tiap grup blok yang nantinya semuanya akan disimpan dalam tabel grup descriptor.

3.4 ext3
Ext3 atau third extended file system adalah file system journaling yang umum digunakan dalam Sistem Operasi Linux. Ext3 merupakan pengembangan versi journaling dari file system ext2 yang hampir kompatibel secara keseluruhan dengan ext2. Adanya fitur journaling inilah yang membuatnya lebih dibanding ext2 yang membuatnya lebih reliable dan menghilagkan keperluan untuk mengecek file system setelah shutdown yang tidak semestinya.

Meskipun kecepatannya tidak lebih baik daripada file system Linux lainnya seperti JFS, ReiserFS dan XFS, tapi ext3 memiliki manfaat yang signifikan yaitu membolehkan upgrade di tempat dari file system ext2 tanpa harus mem-back up dan me-restore data yang berarti mengurangi konsumsi daya CPU. Ext3 juga diangap lebih aman dibanding file system Linux lainnya karena kederhanaannya dan juga uji cobanya yang luas.

File system ext3 menambahkan fitur-fitur ini dibanding pendahulunya:

-File system journaling
-Penambahan file system secara online
-Indeks htree untuk direktori yang lebih luas


Tanpa ini, file system ext3 akan sama saja dengan ext2.
Ada 3 level journaling yang tersedia dalam implementasi ext3 pada Sistem Linux:
Journal (resiko terendah)
Metadata dan isi file disimpan dalam jurnal sebelum dikerjakan ke file system utama.
Ordered (resiko menengah)
Hanya metadata yang disimpan dalam jurnal, isi file tidak disimpan tapi dijamin bahwa bahwa isi file disimpan ke disk sebelum metadata yang bersesuaian ditandai untuk dicommit dalam jurnal.

Writeback (resiko tertinggi)

Hanya metadata yang disimpan dalam jurnal, isi file tidak. Isi file mungkin di-write
sebelum atau sesudah jurnal di-update. Akibatnya, file dimodifikasi tepat sebelum crash
dapat terjadi.

Ukuran
BLok
Ukuran file Max
Ukuran file system
Max
1KiB 16GiB <2TiB
2KiB 256GiB <4TiB
4KiB 2TiB <8TiB
8KiB 2TiB <16TiB



4. File system and Sistem Operasi
Hampir semua OS juga menyediakan file system, karena file system adalah bagian integral dari semua OS. Tugas nyata dari OS microcomputer generasi awal hanyalah berupa manajemen file. Beberapa OS masa kini memiliki komponen terpisah untuk menangani file system yang dulunya disebut Disk Operating System (DOS) ini. Dalam beberapa mikrokomputer, DOS diload secara terpisah dari bagian OS yang lain.

Karena itulah, diperlukan interface antara user dan file system yang disediakan oleh software dalam Sistem Operasi. Interface ini dapat berupa textual seprti Unix Shell atau grafis seperti file browser. Jika berupa grafis, seringkali digunakan metafora seperti folder, isi dokumen, file dan direktori folder.

4.1 File system flat
Dalam sebuah file system flat, tidak ada subdirektori – semua file disimpan pada level media yang sama (root), misal hard disk, floppy disk, dll. Sistem ini menjadi tidak efisien ketika jumlah file bertambah banyak, dan karenanya sulit bagi user untuk mengorganisir data ke dalam grup-grup.

4.2 File system dalam platform Sistem Operasi Unix-like
Sistem Operasi Unix-like membuat file system virtual, yang membuat semua file pada semua media tampak berada pada susatu hirarki tunggal. Hal ini berarti, dalam sistem tersebut,ada satu direktori /root, dan setiap file yang ada pada sistem diletakkan di bawah direktori tersebut.. Lebih jauh lagi, direktori /root tidak harus berada dalam suatu media fisik. D­­­­­­­irsktori tersebut bisa jadi tidak ada di Hard Drive bahkan mungkin tidak berada di komputer Anda. OS Unix-Like dapat menggunakan sumber daya dari jaringan sebagai direktori /root-nya.

Sistem Unix-like memberikan nama kepada tiap media, tapi hal ini bukanlah cara bagaimana file dalam media tersebut diakses. Untuk mendapatkan akses ke file di media lain, Anda pertama kali harus memberitahu OS di direktori mana file tersebut akan tampil. Proses ini disebut dengan mounting sebuah file system. Sebagai contoh, untuk mengakses file pada CD-ROM, user harus memberitahu OS “ambil file system dari CD-ROM ini dan tampilkan pada direktori ini dan ini”. Direktori yang diberikan ke OS disebut sebagai mountpoint, yang bisa berupa, misalnya /media. Direktori /media ada pada kebanyakan Sistem Unix dan ditujukan khusus untuk dipakai sebagai mount point untuk media removable seperti CD, DVD, dan floppy disk. Umumnya, hanya administrator aau pengguna root dapat melakukan aksi mounting file system ini.

OS Unix-like seringkali sudah memiliki software dan tools yang menangani proses mounting dan menyediakan fungsi baru. Strategi ini disebut dengan “auto-mounting”, seperti yang tercermin dalam tujuannya.

1. Dalam banyak situasi, file system selain root diharuskan tersedia segera setelah OS telah boot. Karena itu, semua Sistem Unix-like menyediakan fasilitas untuk me-mount file system pada saat booting. Administrator menyebut file system ini
2. Dalam beberapa situasi, tidak perlu me-mount beberapa file system pada saat boot, meskipun mungkin dibutuhkan setelahnya. Ada
3. Media removable telah menjadi hal yang umm dengan platform mikrokomputer. Removable media ini mengijinkan program dan data untuk ditransfer antar mesin tanpa koneksi fisik. Misalnya USB flash drive, CD-RM, dan DVD. Hal ini menyebabkan dikembangkannya perangkat untuk mendeteksi keberadaan suatu medium dan ketersediaan mount-point serta me-mount media tersebut tanpa intervensi dari user.
4.Sistem Unix-like yang lebih maju juga telah mengenalkan konsep yang disebut supermounting. Contohnya, sebuah floppy disk yang telah di-supermount dapat dicopot secara fisik dari sistem. Dalam keadaan normal, disk harus sudah disinkronkan dan kemudian di-unmount sebelum dicopot. Sinkronisasi yang diperlukan sudah terjadi, disk yang berbeda dapat disisipkan ke dalam drive. Sistem secara otomatis mengetahui bahwa disk telah dirubah dan mengupdate isi mount point untuk mengindikasikan medium baru. Fungsi serupa ditemukan pada mesin Windows standar.
5. Inovasi serupa yang dipilih oleh beberapa pengguna adalah menggunakan autofs, sistem yang tidak membutuhkan perintah mount manual. Perbedaannya dengan supermount adalah media di-mount secara transparan ketika permintaan ke file system dibuat. Cara ini sesuai untuk file system pada server jaringan.

4.2.1 File system dalam platform Linux
Linux mendukung banyak file system yang berbeda, tapi pilihan yang umum untuk sistem
di antaranya adalah keluarga ext* (seperti ext2 dan ext3), XFS, JFS dan ReiserFS 4.2.2 File system dalam platform Mac OS X MacOS X menggunakan file system HFS Plus yang merupakan turunan dari Mac OS klasik yaitu. HFS plus adalah file system yang kaya metadata dan case preserve. Karena Mac OS X memiliki root milik Unix, aturan Unix juga ditambahkan dalam HFS Plus. Versi terbaru dari HFS plus menambahkan journaling untuk mencegah kerusakan pada struktur file system dan mengenalkan sejumlah optimasi dalam hal algoritma alokasi dalam usaha untuk memecah file secara otomatis tanpa membutuhkan defragmenter luar.

Nama file dapat mencapai 255 karakter. HFS Plus menggunakan pengkodean Unicode
untuk menyimpan nama file. Dalam Mac OS X, tipe file dapat diambil dari type code yang
disimpan dalam metadata atau nama file.

HFS Plus memiliki tiga macam link: Hard Link seperti pada Unix, Link simbolis Unix, dan alias. Alias didesain untuk menangani link ke file asli meski file tersebut telah dipindah ataupun diubah namanya. Alias ini tidak diinterpretasikan dalam file system, tapi pada kode File Manager pada userland.

Mac OS X juga mendukung penggunaan File System UFS yang merupakan turunan dari
File System Unix BSD.

4.3 File system dalam platform Microsoft Windows
Microsoft Windows menggunakan file system FAT dan NTFS

File System FAT (File Allocation Table) yang didukung oleh semua versi Microsoft Windows merupakan evolusi file system yang digunakan dalam MS DOS. Selama bertahun-tahun, banyak fitur telah ditambahkan dalam pengembangannya, yang terinspirasi dari fitur serupa yang ada pada file system yang dipakai pada Unix. Versi lama dari file system FAT (FAT12 dan FAT16) memiliki keterbatasan dalam memberikan nama file, batasan dalam hal jumlah entri dalam direktori root dalam file system dan batasan jumlah maksimum partisi. Secara spesifik, FAT12 dan FAT16 membatasi nama file hanya sampai 8 karakter dan 3 karakter untuk perluasan. VFAT yang merupakan perluasan dari FAT12 dan FAT16 mulai diperkenalkan pada Windows NT dan berikutnya dimasukkan dalam Windows 95, yang mengijinkan nama file yang panjang.

NTFS yang diperkenalkan bersama dengan Wndows NT mengijinkan kontrol berbasis Access Control List. NTFS juga mendukung Hard link, aliran file jamak, indexing atribut,
pengecekan kuota, kompresi dan menyediakan mount point untuk file system lainnya.

Tidak seperti Sistem Operasi lainnya, Windows menerapkan abstraksi berupa drive letter pada level user untuk membedakan sebuah disk atau partisi dari yang lain. Sebagai contoh, path C:\Windows menunjukkan direktori Windows pada partisi yang ditunjukkan oleh label huruf C. Drive dalam jaringan juga dapat di-map menjadi drive letter.

4.3.1 Proses pengambilan data
Sistem Operasi memanggil IFS (Installable File System) manager. IFS kemudian Memanggil FSD (File System Driver) yang sebenarnya untuk membuka file yang diminta dari beberapa pilihan FSD yang bekerja untuk File System yang berbeda –NTFS, VFAT, CDFS (untuk drive optikal) dan network drive. FSD kemudian mendapatkan info lokasi kluster pertama dari file pada disk dari FAT, VFAT atau MFT (Master File Table). MFT inilah yang yang memetakan semua file pada disk dan merekan jejak di mana file disimpan.

untuk bagian sebelumnya & selanjutnya :